Kota Beureunuen

Kecamatan Mutiara Pusat Belanja ban singom Ureung Pidie.

Anggaran Dana Desa 2016

Perluasan Lahan Persawah di Cot Tunong Soeh Gampong Blang Lileue Kec. Mutiara Kab. Pidie

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

TOKOH_TOKOH PEUTUHA GAMPONG BLANG LILEUE

Tokoh Peutuha Gampong Blang Lileue ( http://gampongblanglileue.blogspot.com/ ).

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tuesday, March 8, 2016

Aceh Bisa Melihat Gerhana Matahari di media.bmkg.go.id/gmt

Aceh Bisa Melihat Gerhana Matahari di media.bmkg.go.id/gmt
Melihat Gerhana Matahari Di Aceh
Banda Aceh - Gerhana Matahari Total yang akan melintaskan dua belas provinsi di Seluruh Indonesia, pada hari  Rabu 9 Maret 2016, juga dapat disaksikan dari Aceh. Meski tak dapat menyaksikan Fenomena Gerhana Matahari secara total

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mata Ie, Aceh Besar menyiapkan teropong untuk masyarakat.

Masyarakat Aceh dan sekitarnya yang ingin menyaksikan fenomena alam yang langka itu dapat menggunakan teropong yang berada di Gedung Tsunami&Disarter Mitigation Research Centre (TDMRC), Ulee Lheue, Banda Aceh.

Staf BMKG Mata Ie Eridawati mengatakan, wilayah Aceh akan dilewati gerhana matahari sebagian (GSM) dengan magnitude 75 persen hingga 85 persen. Gerhana matahari sebagian ini akan terlihat dari Pulau Sabang hingga Aceh Singkil. Sementara untuk wilayah Kota Banda Aceh, Eridawati mengatakan fenomena alam tersebut akan teramati 76 persen.

"Puncak gerhana pukul 07.21 WIB dan berakhir pukul 08.20 WIB," kata Eridawati, di Banda Aceh, Senin (7/3/2016).

Eridawati mengingatkan masyarakat untuk tidak melihat langsung ke arah matahari saat gerhana terjadi karena dapat merusak retina mata. Dia menyarankan masyarakat memakai kacamata khusus jika ingin melihat proses Gerhana matahari Total.

Pihaknya juga akan melakukan pengamatan gerhana yang dipusatkan di gedung TDMRC, Ulee Lheue. Pengamatan akan dimulai pukul 06.20 WIB. "Masyarakat yang ingin bergabung silakan datang mulai pukul 06.30 WIB sampai selesai," kata dia.

BMKG juga akan melaksanakan pengamatan secara streaming melalui website media.bmkg.go.id/gmt sehingga masyarakat juga bisa menyaksikan proses gerhana matahari total di rumah masing-masing melalui website media.bmkg.go.id/gmt

Sumber : Sumatera.metrotvnews.com

Fenomena Gerhana Matahari Di Aceh Rabu 9 Maret 2016

Gerhana Matahari Aceh
Gerhana Matahari Aceh
Banda Aceh - Masyarakat Banda Aceh dan sekitarnya yang akan melihat fenomena alam yang langka tentang Gerhana Matahari,  pada hari Rabu (9/3) besok bisa datang ke dua lokasi pemantauan yaitu di Gedung TDMRC Ulee Lheue Banda Aceh dan KP-3 Lhokseumawe.

Sedangkan bagi yang tidak memiliki kesempatan datang langsung ke lokasi pengamatan bisa melihat tayangan melalui live streaming media.bmkg.go.id/gmt atau http://ustre.am/1uMzn dari rumah masing-masing.
Informasi tentang pengamatan gerhana matahari dari Gedung TDMRC Ulee Lheue disampaikan Kepala Stasiun Geofisika Mataie, Banda Aceh, Eridawati.

Menurut Eridawati, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaksanakan pengamatan gerhana matahari pada 9 Maret 2016 di 19 titik. Salah satunya di Aceh yang dipusatkan di Gedung TDMRC Ulee Lheue, Banda Aceh.

“Masyarakat yang ingin melihat gerhana matahari bisa ke Gedung TDMRC Ulee Lheue sebelum pukul 06.20 WIB, Rabu (9/3),” kata Eridawati menjawab Serambi, Senin (7/3) malam.

Teropong di Gedung TDMRC akan dipasang sebelum matahari terbit di Banda Aceh yaitu sebelum pukul 06.45 WIB. Untuk Banda Aceh, gerhana dimulai sekitar pukul 06.20 WIB. Artinya ketika matahari terbit sudah terjadi gerhana.

Menurut Eridawati, Aceh dilintasi gerhana matahari sebagian (GMS) dengan magnitudo 75 persen sampai 86 persen dari Sabang sampai Aceh Singkil. Untuk Banda Aceh akan teramati 76 persen. Puncak gerhana dapat disaksikan pada pukul 07.21 WIB dan berakhir 08.26 WIB.
Eridawati juga mengimbau warga tidak melihat langsung ke matahari saat gerhana karena bisa merusak retina mata. “Gunakan kacamata khusus,” imbaunya

Selain menyediakan fasilitas pengamatan di Gedung Escape Building, pihak BMKG juga membuka akses live streaming melalui media.bmkg.go.id/gmt yang memungkinkan masyarakat bisa menyaksikan tayangan fenomena itu dari rumah masing-masing.

Pusat Studi Ilmu Falak STAIN Malikussaleh akan menyediakan live streaming bagi masyarakat yang ingin menyaksikan gerhana matahari pada 9 Maret 2016. “Bagi masyarakat yang tidak bisa hadir langsung ke KP-3 Lhokseumawe, bisa melihat tayangan livwe streaming melalui http://ustre.am/1uMzn mulai pukul 07.00 sampai pukul 08.30 WIB,” ujar Kepala Pusat Studi Olmu Falak STAIN Malikussaleh, Tgk Ismail SSy MA kepada Serambi, Senin (7/3).

Di samping tayangan live streaming, pihaknya juga menyediakan proyektor dan layar besar di KP-3. “Jadi bagi masyarakat yang datang ke KP-3, tapi tidak ada kesempatan untuk melihat melalui teleskop ataupun kacamata yang tersedia, maka akan bisa menyaksikan langsung di layar lebar yang kita sediakan di lokasi,” katanya.

Khusus untuk wilayah Aceh, sudah dilakukan berbagai persiapan untuk menyambut peristiwa langka ini, seperti persiapan shalat gerhana secara berjamaah di masjid-masjid. “Kita berharap semua masyarakat Aceh punya semangat yang kuat untuk melaksanakan syiar Islam ini berupa shalat sunat gerhana dua rakaat secara berjamaah,” harapnya.

Di samping itu, sebut Tgk Ismail Is, perlu diketahui, prosesi gerhana matahari jauh berbeda dengan gerhana bulan. Gerhana bulan bisa dilihat dengan leluasa dari proses awal sampai akhir, tanpa perlu pelindung mata.

“Gerhana matahari tidak semudah itu, kita perlu alat seperti filter matahari dan kaca las nomor 14 yang mampu menepis cahaya matahari 100.000 kali, sehingga piringan matahari telihat dengan jelas saat gerhana dan aman bagi mata pengamat. Tanpa terlihat piringan matahari, maka prosesi gerhana mustahil bisa dilihat,” pungkasnya.(nas/bah)
 
Resource :  Aceh.tribunnews.com

Unigha Sigli Akan Pilih Rektor Oleh Yayasan Baru



SIGLI - Pengurus yayasan baru yang dibentuk hasil rapat terpadu dipimpin Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, 30 Juni lalu, akan memilih kembali rektor Universitas Jabal Ghafur (Unigha) Sigli. Hal itu setelah pengurus yayasan lama dibubarkan karena kemelut dan dualisme kepemimpinan di lembaga pendidikan tersebut selama ini.

“Sebenarnya pemilihan ulang Rektor Unigha Sigli telah disampaikan Pak Bupati dalam rapat Selasa lalu. Keinginan beliau Rektor Unigha yang dipilih itu adalah sosok yang baru dan memiliki motivasi untuk memajukan pendidikan di kampus tersebut,” kata Kabag Humas Setdakab Pidie, Muhammad Harris SSTP MSi, kepada Serambi, Sabtu (4/7)

Kata Harris, jadwal pemilihan ulang Rektor Unigha akan dilaksanakan dalam minggu ini. Hal itu akan dibahas ulang Senin (6/7) ketika Wakil Bupati Pidie, M Iriawan SE yang ditunjuk sebagai ketua pembina yayasan Unigha itu kembali dari Jakarta.

“Pak Wabup akan duduk bersama dengan pengurus yayasan baru, guna membahas mekanisme pemilihan Rektor Unigha. Pak Bupati telah mempercayai pengurus yayasan baru untuk memilih rektor, tentunya pemilihan tetap mengacu kepada aturan, “ katanya. Sedangkan kedua mantan rektor juga boleh dipilih kembali, dengan ketentuan memenuhi syarat yang akan ditetapkan oleh panitia pemilihan nantinya.

Kata Harris, Pemkab menginginkan Unigha menjadi lebih baik di masa mendatang. Karena selama ini banyaknya permasalahan yang melingkari kampus tersebut. “Pak Bupati mengimbau jika selama ini di Unigha munculnya kubu-kubu, maka sudah saatnya dihentikan. Mari bersatu kembali membangun Unigha,” katanya.

Sebelumnya, Drs Sulaiman Usman MPd terpilih sebagai Rektor Unigha dalam pemilihan yang dilaksanakan beberapa waktu lalu. Belakangan Sulaiman menggugat pengurus yayasan lama, karena yayasan mengeluarkan SK Pj rektor untuk Prof Bansu I Ansari yang juga mantan rektor Unigha.

Wakil Ketua Alumni Unigha Sigli, Drs Isa Alima, kepada Serambi Sabtu (4/7) mengatakan, sosok Rektor Unigha baru yang dipilih pengurus yayasan harus sosok yang independen. Artinya calon rektor yang dipilih itu bukan orang dari kedua kubu yang selam ini bertikai. Sebab, jika dipilih dari kedua kubu tersebut, maka potensi konflik bisa mencuat lagi.

“Jadi pengurus yayasan yang baru ditetapkan, publik menaruh kepercayaan besar pada mereka untuk membawa Unigha Sigli ke arah yang lebih baik di bawah sosok rektor baru nantinya,” kata Isa Alima.(naz)

Sorce : aceh.tribunnews.com