SIGLI -
Pengurus yayasan baru yang dibentuk hasil rapat terpadu dipimpin Bupati Pidie,
Sarjani Abdullah, 30 Juni lalu, akan memilih kembali rektor Universitas Jabal
Ghafur (Unigha) Sigli. Hal itu setelah pengurus yayasan lama dibubarkan karena
kemelut dan dualisme kepemimpinan di lembaga pendidikan tersebut selama ini.
“Sebenarnya
pemilihan ulang Rektor Unigha Sigli telah disampaikan Pak Bupati dalam rapat
Selasa lalu. Keinginan beliau Rektor Unigha yang dipilih itu adalah sosok yang
baru dan memiliki motivasi untuk memajukan pendidikan di kampus tersebut,” kata
Kabag Humas Setdakab Pidie, Muhammad Harris SSTP MSi, kepada Serambi, Sabtu
(4/7)
Kata Harris,
jadwal pemilihan ulang Rektor Unigha akan dilaksanakan dalam minggu ini. Hal
itu akan dibahas ulang Senin (6/7) ketika Wakil Bupati Pidie, M Iriawan SE yang
ditunjuk sebagai ketua pembina yayasan Unigha itu kembali dari Jakarta.
“Pak Wabup
akan duduk bersama dengan pengurus yayasan baru, guna membahas mekanisme
pemilihan Rektor Unigha. Pak Bupati telah mempercayai pengurus yayasan baru
untuk memilih rektor, tentunya pemilihan tetap mengacu kepada aturan, “
katanya. Sedangkan kedua mantan rektor juga boleh dipilih kembali, dengan
ketentuan memenuhi syarat yang akan ditetapkan oleh panitia pemilihan nantinya.
Kata Harris,
Pemkab menginginkan Unigha menjadi lebih baik di masa mendatang. Karena selama
ini banyaknya permasalahan yang melingkari kampus tersebut. “Pak Bupati
mengimbau jika selama ini di Unigha munculnya kubu-kubu, maka sudah saatnya
dihentikan. Mari bersatu kembali membangun Unigha,” katanya.
Sebelumnya,
Drs Sulaiman Usman MPd terpilih sebagai Rektor Unigha dalam pemilihan yang
dilaksanakan beberapa waktu lalu. Belakangan Sulaiman menggugat pengurus
yayasan lama, karena yayasan mengeluarkan SK Pj rektor untuk Prof Bansu I
Ansari yang juga mantan rektor Unigha.
Wakil Ketua
Alumni Unigha Sigli, Drs Isa Alima, kepada Serambi Sabtu (4/7) mengatakan,
sosok Rektor Unigha baru yang dipilih pengurus yayasan harus sosok yang
independen. Artinya calon rektor yang dipilih itu bukan orang dari kedua kubu
yang selam ini bertikai. Sebab, jika dipilih dari kedua kubu tersebut, maka
potensi konflik bisa mencuat lagi.
“Jadi
pengurus yayasan yang baru ditetapkan, publik menaruh kepercayaan besar pada
mereka untuk membawa Unigha Sigli ke arah yang lebih baik di bawah sosok rektor
baru nantinya,” kata Isa Alima.(naz)
Sorce : aceh.tribunnews.com






