Tuesday, March 8, 2016

Unigha Sigli Akan Pilih Rektor Oleh Yayasan Baru



SIGLI - Pengurus yayasan baru yang dibentuk hasil rapat terpadu dipimpin Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, 30 Juni lalu, akan memilih kembali rektor Universitas Jabal Ghafur (Unigha) Sigli. Hal itu setelah pengurus yayasan lama dibubarkan karena kemelut dan dualisme kepemimpinan di lembaga pendidikan tersebut selama ini.

“Sebenarnya pemilihan ulang Rektor Unigha Sigli telah disampaikan Pak Bupati dalam rapat Selasa lalu. Keinginan beliau Rektor Unigha yang dipilih itu adalah sosok yang baru dan memiliki motivasi untuk memajukan pendidikan di kampus tersebut,” kata Kabag Humas Setdakab Pidie, Muhammad Harris SSTP MSi, kepada Serambi, Sabtu (4/7)

Kata Harris, jadwal pemilihan ulang Rektor Unigha akan dilaksanakan dalam minggu ini. Hal itu akan dibahas ulang Senin (6/7) ketika Wakil Bupati Pidie, M Iriawan SE yang ditunjuk sebagai ketua pembina yayasan Unigha itu kembali dari Jakarta.

“Pak Wabup akan duduk bersama dengan pengurus yayasan baru, guna membahas mekanisme pemilihan Rektor Unigha. Pak Bupati telah mempercayai pengurus yayasan baru untuk memilih rektor, tentunya pemilihan tetap mengacu kepada aturan, “ katanya. Sedangkan kedua mantan rektor juga boleh dipilih kembali, dengan ketentuan memenuhi syarat yang akan ditetapkan oleh panitia pemilihan nantinya.

Kata Harris, Pemkab menginginkan Unigha menjadi lebih baik di masa mendatang. Karena selama ini banyaknya permasalahan yang melingkari kampus tersebut. “Pak Bupati mengimbau jika selama ini di Unigha munculnya kubu-kubu, maka sudah saatnya dihentikan. Mari bersatu kembali membangun Unigha,” katanya.

Sebelumnya, Drs Sulaiman Usman MPd terpilih sebagai Rektor Unigha dalam pemilihan yang dilaksanakan beberapa waktu lalu. Belakangan Sulaiman menggugat pengurus yayasan lama, karena yayasan mengeluarkan SK Pj rektor untuk Prof Bansu I Ansari yang juga mantan rektor Unigha.

Wakil Ketua Alumni Unigha Sigli, Drs Isa Alima, kepada Serambi Sabtu (4/7) mengatakan, sosok Rektor Unigha baru yang dipilih pengurus yayasan harus sosok yang independen. Artinya calon rektor yang dipilih itu bukan orang dari kedua kubu yang selam ini bertikai. Sebab, jika dipilih dari kedua kubu tersebut, maka potensi konflik bisa mencuat lagi.

“Jadi pengurus yayasan yang baru ditetapkan, publik menaruh kepercayaan besar pada mereka untuk membawa Unigha Sigli ke arah yang lebih baik di bawah sosok rektor baru nantinya,” kata Isa Alima.(naz)

Sorce : aceh.tribunnews.com